Sabtu, 13 September 2008

MANFAAT DAN PERKEMBANGAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DI KOTA PARIAMAN

Oleh :
Febriza Syofiati Nur

Pembimbing :
Prof. DR. Sofyardi, SE, MA;
DR. Adrimas, MS

ABSTRAK


Latar belakang dari penelitian ini adalah 1) usia lahir sampai dengan memasuki pendidikan dasar merupakan masa keemasan (the golden age) sekaligus masa kritis dalam tahapan kehidupan manusia, yang akan menentukan perkembangan anak selanjutnya, 2) layanan pendidikan anak usia dini merupakan bagian dari pencapaian tujuan pendidikan nasional, 3) pendidikan merupakan investasi Sumber Daya Manusia (SDM) jangka panjang yang sangat menentukan sekaligus memberikan kontribusi besar bagi masa depan bangsa, 4) rendahnya pengetahuan orang tua tentang pentingnya PAUD, 5) kurangnya pemahaman masyarakat tentang PAUD, dan 6) banyak anak usia Sekolah Dasar yang mempunyai tingkat daya pikir dan kreativitas tidak optimal karena tidak mengikuti pendidikan usia dini.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat Pendidikan Anak Usia dini (PAUD) terhadap hasil belajar siswa Sekolah Dasar khususnya membaca, menulis dan berhitung di Kota Pariaman, dan menganalisa perbedaan kemampuan Membaca, Menulis dan Berhitung anak usia dini yang tamat PAUD dengan anak yang tidak tamat PAUD pada tingkat Sekolah Dasar. Penelitian ini mengggunakan analisa deskriptif sedangkan menurut jenis datanya penelitian ini tergolong penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah anak usia 7 s.d 8 tahun (kelas 2 SD) yang tamat PAUD dan tidak tamat PAUD yang ada di Kota Pariaman, sampelnya diambil dengan menggunakan teknik sampling random, yaitu SDN 02 Pauh, SDN 09 Pariaman, SDN 18 Ampalu dan SDN 07 Apar. Teknik pengumpulan data, yang digunakan adalah observasi, angket, wawancara dan nilai raport. Sedangkan analisis data dengan menggunakan Program SPSS aplikasi crosstab, Uji t da Trend Linear. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) bermanfaat terhadap hasil belajar siswa Sekolah Dasar kelas 2. Pendidikan anak usia dini memberikan manfaat terhadap hasil belajar membaca di sekolah dasar khususnya kelas 2 di Kota Pariaman, Hal ini terbukti di sekolah yang banyak siswa tamat PAUD hasil belajar siswa tersebut cenderung sangat pintar, pintar dan kurang pintar dalam membaca, menulis dan berhitung tidak ditemukan siswa yang tidak pintar. Sedangkan siswa tidak tamat PAUD tidak ditemukan siswa yang sangat pintar, kategori yang dimiliki oleh siswa tidak tamat PAUD hanya pintar, kurang pintar dan ditemukan beberapa anak yang tidak pintar dalam membaca, menulis dan berhitung. Sedangkan perbedaan kemampuan membaca, menulis dan berhitung siswa tamat PAUD dengan siswa tidak tamat PAUD dengan menggunakan uji t ditemukan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar membaca anak tamat PAUD dan tidak tamat PAUD sebesar 0,61. Perbedaan hasil belajar menulis anak tamat PAUD dan tidak tamat PAUD sebesar 0.42, dan perbedaan hasil belajar berhitung anak tamat PAUD dan tidak tamat PAUD sebesar 0.47. Proyeksi lima tahun yang akan datang dengan menggunakan metode trend linear, maka pada tahun 2012/2013, Angka Partisipasi Kasar (APK) sebesar 22.54% dan Angka Partisipasi Murni (APM) sebesar 21,64%. Sedangkan berdasarkan skenario I, II dan III Angka Partisipasi Kasar (APK) sebesar 68,07% dan Angka Partisipasi Murni (APM) sebesar 68.03%

PARTISIPASI SISWA TAMATAN SLTP DI SUMATERA BARAT MELANJUTKAN PENDIDIKAN KE SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

Oleh : WIDYA SISWANDI
Pembimbing :
Prof.Dr.Elfindri,SE, MA

Dr. Nasri Bachtiar,SE,Msi

ABSTRAK
Dari 7 (tujuh) variabel penjelas yang diuji dengan model regresi logistik diperoleh vahwa faktor ekonomi yang dalam penelitian ini diproksikan dalam pengeluaran rumah tangga memperlihatkan bahwa partisipasi sekolah siswa tamatan SLTP melanjutkan pendidikan ke SMK berasal dari keluarga diatas garis kemiskinan. Persamaan yang didapat adalah :
Y = -5,236 + 1,181 X1 + 3, 085 X2 + (-1,142)
X3 + 2,242 X4 + 1,203 + (-3,595) X6 + (-0,529) X7. Sebelum melihat partisipasi siswa SLTP Pendidikan maka ditetapkan batasan tingkat kepercayaan sebesar 95%, maka hasilnya diketahui bahwa pengeluaran rumah tangga, pendidikan orang tua laki-laki dan perempuan dan jenis kelamin secara signifikan terhadap partisipasi siswa melanjutkan pendidikan ke SMK. Partisipasi siswa yang dipengaruhi oleh pendidikan orang tua terutama pendidikan orang tua laki-laki, orang tua laki-laki berperan penting untuk menentukan kemana anaknya akan melanjutkan pendidikan. Dan pekerjaan orang tua juga ikut mempengaruhi partisi-pasi siswa melanjutkan pendidikan ke SMK. Rata-rata yang berpartisipasi di SMK mempunyai orang tua yang bekerja di sektor non formal



Kata Kunci :
Partisipasi, Pendidikan, Pekerjaan,

Pengeluaran Rumah Tangga

PENGARUH PEMANFAATAN DANA ALOKASI KHUSUS DALAM PENCAPAIAN STANDAR PELAYANAN MINIMUM PADA PENDIDIKAN DASAR DI KOTA PADANG


oleh : AHMAD ICHLAS,
Pembimbing :
1. Dr. Herri SE.MBA;
2. Dr. Hefrizal Handra

ABSTRAK

Pendidikan adalah faktor penting untuk mewujudkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, dalam amendemen Undang-undang Dasar (UUD) 1945. Konstitusi mengamanatkan kewajiban pemerintah untuk mengalokasikan biaya pendidikan 20% dari Anggaran pendapatan belanja Negara (APBN) maupun Anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) agar masyarakat dapat menikmati pelayanan pendidikan, khususnya pendidikan dasar. Masalah penelitian ini adalah bagaimana pemanfaatan Dana Alokasi Khusus yang dikucurkan sejak tahun 2005 sampai dengan tahun 2006 pada Pendidikan Dasar di Kota Padang dan bagaimana keterlaksanaan Standar Pelayanan Minimum pada pendidikan dasar di Kota Padang serta apakah pemanfaatan Dana Alokasi Khusus berpengaruh terhadap pencapaian Standar Pelayanan Minimum pada Pendidikan Dasar di Kota Padang.
Tujuan dari penelitian adalah untuk mengidentifikasi serta mengevaluasi pelaksanakan Dana Alokasi Khusus yang telah dikucurkan dari tahun 2005 dan tahun 2006 dalam pencapaian Standar Pelayanan Minimum pada Pendidikan Dasar di Kota Padang dan melihat bagaimana pelaksanaan Standar Pelayanan Minimum serta menganalisa bagaimana pemanfaatan Dana Alokasi Khusus dalam keterlaksanaan Standar Pelayanan Minimum di Kota Padang.
Landasan teoritik adalah petunjuk Dana Alokasi Khusus tahun 2005 yang menjadi acuan sekolah dalam penggunaan DAK dan Standar Pelayanan Minimum penyelenggaraan pendidikan dasar yang dikeluarkan oleh Departemen Pendidikan Nasional. Untuk mencapai tujuan penelitian digunakan metode kuantitatif. Penelitian analisis yang dipakai adalah penelitian korelasional untuk mengetahui hubungan antara satu varibel dengan variabel lainnya serta untuk mengetahui besarnya hubungan atau konstribusi variabel bebas terhadap variabel terikat tersebut diperlukan perhitungan dalam bentuk koefisien korelasi. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara langsung, observasi pada Kepala Sekolah Dasar yang menerima DAK pada tahun 2005 dan tahun 2006 serta arsip Dinas Pendidikan data sekunder.
Hasil wawancara serta observasi lapangan menunjukkan permasalahan bahwa dana yang dikucurkan pada tahun 2005 dan tahun 2006 telah dimanfaatkan sesuai dengan petunjuk pelaksanaan dan Standar Pelayanan Minimum Pendidikan Dasar dapat berpengaruh positif dan signifikan Dalam Pengalokasian Dana Alokasi Khusus (DAK) tidak tepat sasaran karena ada beberapa sekolah yang terkait dengan masalah tanah sekolah sementara implikasi dari penelitian ini adalah upaya peningkatan kualitas pelaksanaan standar pelayanan minimum pada pendidikan dasar melalui peningkatan pemanfaatan Dana Alokasi Khusus.
Kontribusi Pemanfaatan Dana Alokasi Khusus terhadap menjelaskan Pelaksanaan Standar Pelayanan Minimum pada pendidikan Dasar Kota padang adalah sebesar 26,9%, sedangkan sisanya sebesar 73,1% dipengaruhi oleh Variabel lain yang tidak digunakan dalam penelitian ini seperti : manajemen Kepala Sekolah yang baik, motivasi guru dalam mendidik siswa, kerjasama antara Kepala Sekolah dan guru yang sinergi, komitmen guru dalam pelaksanaan tugas serta peranan Komite Sekolah sebagai mitra sekolah itu sendiri. 7 indikator pelaksanaan Standar Pelayanan Minimum (Y) sebesar 35,3%. Artinya kontribusi Pemanfaatan Dana Alokasi Khusus terhadap menjelaskan 7 indikator pelaksanaan Standar Pelayanan Minimum pada pendidikan Dasar di Kota Padang adalah sebesar 35,3%, sedangkan sisanya sebesar 64,7% dipengaruhi oleh Variabel lain yang tidak digunakan dalam penelitian ini