RINI OCTAVIANTI,
Lecturer :
1. Dr. Hefrizal Handra;
2. Prof. Dr. Sofyardi, SE, MA
ABSTRAK
This research Penelitian ini terkait dengan upaya Pemerintah Daerah Kabupaten Solok Selatan as sebagai daerah pemekaran berdasarkan undang-undang nomor 38 tahun 2003 untuk meningkatkan sumberdaya manusia sebagai pengelola pembangunan melalui pendidikan yang berkualitas di Kabupaten Solok Selatan. Dalam rangka mewujudkan pendidikan yang berkualitas telah dijabarkan dalam bentuk dokumen perencanaan dan penganggaran (RPJPD, RPJMD, Renstra SKPD, RKPD, RENJA SKPD, KUA dan APBD).
Konsistensi dokumen merupakan salah satu penilaian yang dilakukan pemerintah baru-baru ini dalam penyampaian Rancangan Peraturan Daerah (RANPERDA) tentang APBD tahun anggaran 2008, dimana Propinsi Papua sebagai juara pertama setelah sebelumnya adalah peringkat terakhir.
Masalah penelitian ini adalah apakah dokumen perencanaan dan penganggaran bidang pendidikan mampu meminimalisir permasalahan pendidikan dasar dan menengah di Kabupaten Solok Selatan dan apakah terdapat konsistensi perencanaan dan penganggaran bidang pendidikan dasar dan menengah di Kabupaten Solok Selatan.
Untuk mencapai tujuan penelitian digunakan pendekatan kualitatif. Metode analisis yang dipakai adalah Analisis SWOT serta penyusunan Matrik Konsolidasi Perencanaan dan Penganggaran (MKPP) dengan sinkronisasi berdasarkan nomenklatur dan deviasi budgeting. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara langsung, observasi pada wilayah penelitian Solok Selatan serta studi kepustakaan data sekunder.
Hasil wawancara serta observasi lapangan menunjukkan permasalahan internal dapat diurai antara lain; partisipasi pendidikan, alokasi anggaran pendidikan, kualitas dan kuantitas tenaga kependidikan, nilai ujian nasional, sarana dan prasarana dan peranan dinas pendidikan. Sedangkan permasalahan eksternal antara lain; komitmen stakeholder terkait pendidikan, kebijakan pemerintah bidang pendidikan, perubahan kondisi ekonomi, partisipasi masyarakat dan perubahan sosial budaya. Penyusunan MKPP dengan integrasi dari dua dokumen yang saling berkaitan yakni ; Analisis antara dokumen RPJPD dengan RPJMD kurang menunjukkan konsistensi, secara kuantitatif hanya sekitar 50% program-kegiatan di RPJMD sinkron dengan program-kegiatan di RPJPD dikarenakan RPJMD tidak membahas secara rinci program untuk SKPD dinas pendidikan, Analisis antara dokumen RPJMD dengan Renstra SKPD-Dinas Pendidikan dideskripsikan konsistensi sekitar 75%, yakni masih ada beberapa program yang belum tertuang ataupun dikembangkan kedalam dokumen Renstra, Analisis antara dokumen Renstra SKPD dengan Renja SKPD menunjukkan konsistensi sekitar 100%, yakni dokumen Renja berupa kegiatan-kegiatan yang lebih rinci dan penyusunan Renja dan Renstra dilaksanakan oleh SKPD yang sama.
Analisis konsistensi perencanaan dan penganggaran dokumen Renja dan APBD bidang Pendidikan Dasar berdasarkan sinkronisasi nomenklatur dan deviasi budgeting, terdapat program dan kegiatan yang konsisten (deviasi <20%>40%) adalah sekitar 40%. Untuk bidang Pendidikan Menengah analisis konsistensi perencanaan dan penganggaran dokumen Renja dan APBD berdasarkan sinkronisasi nomenklatur dan deviasi budgeting, terdapat program dan kegiatan yang konsisten (deviasi <20%>40%) adalah sekitar 75%

Tidak ada komentar:
Posting Komentar